"TERIMA KASIH ANDA TELAH MENGUNJUNGI BLOG SAYA" INDRI RAHAYU PRADITYA

Jumat, 09 Maret 2012

TULISAN SOFTSKILL


NAMA  : INDRI RAHAYU PRADITYA
NPM     : 23211621
KELAS   : 1EB20

Persahabatan dan Cinta
Oleh Indri Rahayu Praditya

Di pagi hari yang cerah, di saat burung-burung berkicau menyambut pagi nan indah. Dari kejauhan terdengan suara “Ayo ayo 2 lagi 2 lagi” dan ternyata itu suara tukang angkot yang sedang menunggu penumpang.
Di ujung jalan terlihat gadis cantik yang sedang berjalan menuju angkot itu sambil berkata “Tunggu bang”.
“Ayo neng cepet,” membalas si abang angkot.

            Yayah berjalan di koridor sekolah tiba tiba terdengar suara yang memanggil namanya namun Yayah tak menghiraukannya. Terdengar berkali- kali suara itu memanggilnya akhirnya Yayah pun menoleh dan berhenti berjalan menunggu seseorang yang memanggilnya tadi. Yah itu adalah Mala sahabatnya.
“Dari tadi di panggilin lama banget sih nengoknya,” tanya Mala sambil bermuka agak kesal. “Trus kenapa lo gak nungguin gue berangkatnya?”
“Gue gak denger La, iya abis tadi gue buru-buru makanya gak nungguin Lo La,” balas Yayah.

Di Sebuah komplek perumahan yang cukup elite, di tempat itulah Yayah tinggal dengan sederhana. Yayah berasal dari keluarga kaya, namun dia tak pernah memamerkan kekayaan itu pada orang lain. Yayah bersahabat dengan Erik dan Mala yang juga tetangga sebelah rumahnya. Dari kecil meraka bermain bersama, jalan jalan bersama, kemana mana pun bersama, dan mereka juga satu sekolah dari taman kanak-kanak hingga sekarang mereka SMA. Yayah yang feminim, lemah lembut, lebih menyukai berorganisasi daripada melakukan kegiatan yang berat.
            Persahabat yang selalu diirikan oleh orang lain, persahabatan yang indah, kekompakan selalu terlihat dari mereka bertiga.
Di sekolah Yayah dan Erik adalah pengurus osis namun tidak dengan Mala karena dia tidak terlalu menyukai berorganisasi, ribet katanya. Mala lebih senang berolahraga dan olahraga yang paling di gemarinya ialah basket. Mala selalu berlatih basket bersama anggota basket yang lain dan disaat dia sedang suntuk atau bosan dia pun bermain basket namun hanya seorang diri. Erik lebih senang berada didepan komputer, entah apa saja yang dia lakukan. Erik adalah seorang laki-laki yang kurang menyukai olahraga, dan olahraga yang dia bisa hanyalah basket itu pun dia bisa karena Mala yang selalu memaksa untuk bermain basket bersama nya, lama-lama Erik pun lumayan pandai bermain basket namun dia tetap tidak mau bergabung dengan tim basket sekolahnya.
....
            Sekolah mereka megadakan perkemahan untuk anak kelas 3. Murid-murid bersemangat untuk mengikutinya, namun tidak dengan Yayah. Yayah takut untuk mengikutinya namun Erik dan Mala terus membujuk dan meyakinkan Yayah untuk mengikuti acara perkemahan tersebut. Berkat bujukan kedua sahabatnya itu Yayah mau mengiyakan untuk ikut serta dalam perkemahan itu. Akhir pekan besok mereka berangkat.  Mereka bertiga bersama- sama menyiapkan peralatan apa saja yang akan meraka bawa untuk perkemahan nanti.

            Tibalah hari dimana mereka akan berangkat untuk berkemah. semua anak bersuka cita, bernyanyi- nyanyi di perjalanan, kegembiraan begitu terasa di tengah tengah mereka. Mereka semua telah sampai di tempat perkemahan itu, bersama-sama mereka membuat tenda untuk beristirahat.
            Erik dan Yayah memang lebih dekat dibandingkan dengan Erik dan Mala. Ya mungkin karena Erik dan Yayah sama-sama sebagai pengurus osis, mereka yang selalu di tugas kan berdua untuk mengerjakan tugas-tugas osis, kemana-mana bersama. Mungkin dari sanalah sesuatu rasa muncul diantara mereka berdua, rasa yang sepertinya lebih dari rasa sayang terhadap sahabat nya. Mungkin rasa itu cinta.
            Malam tiba, udara yang cukup dingin pun datang menghampiri mereka semua, api unggun di nyalakan di dengah tengah. Kedingan yang menyengat sedikit lebih berkurang dengan adanya api unggun itu. Anak-anak mulai istirahat di tendanya masing-masing. Tempat itu sudah sepi karena anak-anak yang telah masuk tenda, tiba-tiba Yayah keluar tenda karna dia belum bisa tidur. Duduk lah dia sendiri di depan api unggun yang masih menyala sisa tadi. Apa yang dialami Yayah juga di alami Erik. Erik keluar tenda dan menghampiri Yayah yang dilihatnya sedang termenung ditemani api unggun.
“Sedang apa kamu disini” ucap Erik pada Yayah
“Aku gak bisa tidur Rik, kamu sendiri kenapa keluar tenda lagi?” balas Yayah
“Aku juga gak bisa tidur Yah,” ucap Erik lagi.
Mereka bercerita tentang apa saja, bercanda-canda, tertawa terbahak-bahak sampai tak menyadari Mala terbangun karna mendengar tawa mereka.
“Hey kalian berdua ini berisik sekali sih, udah malem juga bukannya tidur malah berduaan disini.” Mala mengeluh pada Yayah dan Erik
“Eh maaf ya La gara-gara kita lo jadi kebangun gini, kita berdua gak bisa tidur La makanya kita disini,” ucap Yayah
“Oh jadi kalian berdua janjian berduaan disini gitu?”
Sambung Erik “Eh eh gak gitu kali La, tadi gue gak bisa tidur trus pas gue keluar ternyata ada Yayah lagi duduk sendiri jadi ya gue samperin lah”.
“Oh gitu yaudah deh gue masuk duluan yah, cepet sana Lo pada masuk tenda jangan tidur malem-malem,” kata Mala.
Mala kembali meninggalkan Yayah dan Erik berdua lagi.
            Tiba-tiba suasana hening seketika. Tak terdengar satu kata pun terucap dari bibir mereka berdua.
“Yayah,” panggil Erik
Yayah menoleh dan memandang Erik sambil berkata “Ada apa Rik?”
Erik hari terdiam dan membalas pandangan kepada Yayah. Mereka saling berpandangan penuh harap, entah harapan apa yang mereka ingankan satu sama lain. Bersamaan mereka saling membuka pembicaraan
Kamu duluan aja rik yang ngomong” ucap yayah
“Ok lah kalau begitu. Yah gue tau kita udah sahabatan dari kecil tapi jujur gue juga gak bisa nutupin kalo rasa sayang gue ini bukan cuma sebagai sahabat, gue juga gak mau ngancurin persahabatan kita ini. Jadi sekarang terserah Lo mau gimana”
Yayah menyambung “ sejujurnya gue juga ngerasain apa yang Lo rasain tapi gue gak mau nyakitin Mala Rik karna dia juga diam-diam suka sama Lo Rik. Mungkin lebih baik kalo kita tetap bersahabat seperti sekarang”
Erik mengiyakan permintaan Yayah dengan pasrahnya. Erik pun terheran-heran mendengan perkataan yayah yang mengatakan bahwa Mala juga menyukainya.
Mereka kembali ketenda masing-masing, dengan rasa kecewe Erik melangkah kan kaki nya.
Ke esokan paginya mereka kembali bersama seperti tak terjadi apa-apa malam tadi.
Menjelajah hutan, melakukan permainan dan masih banyak lagi yang mereka semua lakukan.

            Mereka kembali ke kehidupan nya semula, Yayah dan Erik kembali sibuk dengan kegiatan osis nya dan Mala juga kembali berlatih basket dengan semangat nya.
****
Hari-hari berjalan begitu cepat, kelulusan pun tiba. Tanpa kata perpisahan dan tanpa sahabat-sahabatnya ketahui Yayah melanjutkan kuliah nya di Paris. Betapa sedih nya Erik dan Mala setelah mengetahui Mala pergi tanpa berkata satu kata pun pada mereka. Erik dan Mala tetap melanjutkan kuliahnya di Jakarta. Mereka tak terpisahkan ya karna mereka kini hanya berdua tanpa ada Yayah di tengah-tengah mereka.

“loh ngapain La pagi-pagi buta gini lo udah ke rumah gue” tanya Erik
“Rik temenin gue yuk ke Bogor, gue mau nyari inspirasi nih buat skripsi gue, mau yah yah?” ucap Mala
“kapan emangnya La? Tanya Erik
“Sekarang Rik kita berangkat, mau yah Rik?”
“iya deh iya, apa sih yang enggak buat sahabat gue yang satu ini, hahha” jawab Erik
Mereka berdua tertawa.
 Pagi-pagi sekali mereka berangkat. Desa yang indah dan masih tradisional. Mereka bermalam di rumah penduduk tentunya karna di desa itu tidak ada tempat penginapan. Erik dan Mala berkeliling desa nan indah itu, desa yang memberikan banyak inspirasi pada Mala untuk skripsinya  itu. Setelah beberapa hari berada di sana Erik dan Mala memutuskan untuk pulang.

Hari demi hari di lalui Erik dan Mala bersama dan tanpa terduga rasa yang pernah Erik rasakan pada Yayah kini datang lagi namun kini rasa itu di tujukannya untuk Mala. Mala yang memang sudah sejak dulu menyukai Erik namun tak pernah dia beranikan untuk menyatakan nya pada Erik.
Suatu malam Erik mengajak Mala dinner. Memang bukan hal yang aneh lagi buat mereka dinner berdua namun kali ini agak berbeda, agak spesial sepertinya. Mala kegirangan mendapatkan ini dari Erik namun tak begitu dia tampakkan pada Erik. Keadaan malam yang sangan mendukung dan akhirnya mereka memutuskan untuk bersama sebagai seorang kekasih.
 Sudah beberapa tahun Yayah maninggalkan mereka dan mereka berharap Yayah bahagia bila mengetahui keputusan mereka berdua mereka yang sedang bahagia dan satu lagi mereka pun berharap Yayah pun sedang bahagia bersama kekasihnya disana.
Hari-hari terus berlalu, sekian lama berlalu Erik dan Mala menyadari perbedaan agama yang ada pada mereka. Akhir dari hubungan mereka datang juga, mereka putus tapi persahabatan yang dari dulu mereka jalin tak akan pernah putus. Persahabatan yang begitu abadi, persahabatan yang tak pernah putus akan alasan apapun, parsahabatan yang selalu di idamkan orang-orang yang melihat mereka.  Karna bagi mereka putus cinta mereka bukan berarti putusnya persahabat yang telah terjalin sejak sangat lama itu.
Hari-hari selanjutnya berjalan seperti biasa, tak ada rasa canggung atau apa pun setelah mereka putus.
****
Erik dan mala kini telah bekerja.
Erik yang melanjutkan perusahaan yang dimiliki oleh ayahnya dan Mala menjadi seorang dokter gigi yang cantik dan baik hati.
Handphone Mala berdering dan tak dikenali nomer itu.
“Hallo?” tanya Mala
Yayah membalas “Hallo La, apa kabar? Gue kangen banget sama Lo juga sama Erik”
Mala yang masih bingung hanya diam saja.
“Hallo La, ko lo diem sih? Ini gue Yayah, Lo lupa La sama gue’”
“Yayah, ya ampun Lo Yah. Sumpah gue kangen sama Lo, Erik juga kangen sama Lo Yah,” jawab Mala
“Gue juga kangen sama lo berdua, Lo berdua ke rumah gue yah?” tanya Yayah lirih
“Ok gue sama Erik berangkat”.

Yayah yang Sudah lama meninggalkan Erik dan Mala akhirnya kembali ke Indonesia, kembali pada Erik dan Mala yang sudah lama ditinggalkan nya itu.
Mereka berpelukan.
“Yayah lo tuh jahat banget sih pergi gak bilang-bilang dulu sama kita, gak pernah ngirim kabar sama sekali, jahat benget sih lo yah. Lo gak tau apa kalo kita berdua kangen banget sama Lo,” ucap Mala lirih
“Maafin gue yah La, Rik, gue Cuma gak mau liat lo berdua sedih pas tau kalo gue bakal lanjutin pendidikan gue di luar negeri. Gue takut kalo lo berdua marah pas tau gue bakal pergi, gue gak maksud jahat ko sama lo berdua” jawab Yayah
Erik menyambung “Udah-udah yang penting kan sekarang kita udah ngumpul lagi kaya dulu”
“Iya sih,” lanjut Mala.
Bercengkrama tak habis-habis nya mereka. Kebagiaan yang begitu sangat besar terpancarkan dari wajah mereka.
            Kebersamaan mereka tak kan terpisahkan lagi oleh apapun. Persahabatan yang akan tetap ada sampai mereka tua sekalipun.

****




Sabtu, 03 Maret 2012

TULISAN SOFTSKILL

NAMA  : INDRI RAHAYU PRADITYA
NPM     : 23211621
KELAS : 1EB20


Pergi lah kasih
Cari yg terindah di hidup mu
Jemputlah seseorang yang akan bahagiakanmu
Temani dirimu 
Berada disampingmu selalu
Namun bukan aku
Ku kan bahagia
Melihatmu yg bahagia di sana
Anggap lah kita tak pernah bersama
Agar tak akan ada lagi sesal di hati
Lupakan aku
Cukup sudah ku bahagia bersama mu
Dan kini saat nya kau cari
Kebahagiaan bersama yg lain


Jumat, 02 Maret 2012

TULISAN SOFTSKILL

Monyet oh No
Oleh Indri Rahayu Praditya

Pagi indah cerah
            Matahari yang tersenyum terlihat begitu bahagia
            Burung-burung bernyanyi merdu sekali, dan
            Bunga-bunga yang masih basah sisa embun

Dari kejauhan terdengan suara “Ayo ayo 2 lagi 2 lagi,” dan ternyata itu suara tukang angkot yang sedang menunggu penumpang.
Di ujung jalan terlihat gadis cantik yang sedang berjalan menuju angkot itu sambil berkata “Tunggu bang”.
“Ayo neng cepet,” membalas si abang angkot.

“Mala, Mala,” terdengar panggilan yang samar- samar
Mala yang sedang berjalan di koridor sekolah tetap mengacuhkankan suara itu.
“Mala, Mala, Mala,” lagi- lagi suara panggilan itu terdengar.
Mala menoleh dan didapati sahabatnya yang sedang sedikit berlari menghampirinya.
“Lo ini gue panggilin dari tadi ko gak nengok-nengok sih” tanya Merin
Merin adalah sahabat Mala. Begitu dekatnya mereka berdua. Rumah yang berdekatan, sekolah yang selalu sama sejak mereka masih taman kanak-kanak hingga kini mereka SMA.
“Abis suara Lo kecil sih makanya gue bingung suara itu manggil gue apa bukan” jawab Mala

            Di dekat tempat tinggal Mala dan Merin ada seseorang yang memelihara seekor monyet. Monyet yang dulunya dijadikan topeng monyet  namun sekarang tidak lagi karna monyet itu sudah berbeda pemiliknya. Monyet yang setiap hari dirantai di pohon depan rumah pak Malik, pemiliknya.
            Setiap hari anak-anak kecil mencoba mendekati monyet itu, Ucil panggilannya. Anak-anak itu melempari si Ucil dengan batu atau benda-benda yang di sekitarnya.
Sekarang hari minggu Mala yang sedang bersantai tiba-tiba dikejutkan suara yang menyebut-nyebut nama monyet. Mala langsung terkejut, keringat mulai bercucuran, tapi Mala tidak mau berfikir negatif dulu. Mala terdiam dan meyakinkan suara tersebut.
“Tolong, tolong ada monyet lepas,” suara itu terdengar semakin jelas.
Ternyata itu pak Malik pemilik monyet itu. Monyet itu terlepas karena rantainya terlepas dari pohon.
Kini keringat dingin bertambah banyak bercucuran pada Mala, jantungnya berdegup semakin kencang. Mala menuju pintu rumahnya, dia mencoba memberanikan untuk membuka pintu dan melihat dimana monyet itu. Namun suara minta tolong itu lama lama mendekat dan membuat Mala sangat takut.
Mala begitu takut pada monyet. Binatang berbulu lebat, jelek, bentuknya yang sedikit menyerupai manusia, dan agak menjijikan.
Pengalaman masa kecilnya Membuat Mala selalu mengingat kejadian itu. Saat Mala kecil ada tetangganya yang memelihara seekor monyet namun bukan Pak Malik. Setiap hari anak-anak selalu mengganggu monyet itu, Mala merasa kasihan namun tidak berani untuk mendekatinya karena dia takut anak-anak itu juga mengganggunya. Saat sore hari dimana anak-anak yang suka mengganggu belum terlihat, Mala menghampiri monyet itu sambil membawakan pisang. Sedikit demi sedikit Mala mendekat, tinggal sedikit jarak mereka dan tiba-tiba anak-anak nakal itu datang dan mulai mengganggu. Monyet itu panik dan takut lalu langsung mengambil pisang ditangan Mala dan menarik-narik rambut Mala. Mala panik dan berteriak sehingga membuat Pak Maryono keluar dan anak-anak itu pun lari karna takut dimarahi Pak Maryono. Itulah awal mula Mala mulai membenci monyet.

Tiba-tiba terdengar suara anak-anak yang berterik-teriak memanggil nama Ucil, mereka memerintahkannya untuk pindah ke satu tempat ke tempat lainnnya. Mala mendengar suara itu dan mulai ketakutan, namun Mala mulai memberanikan dirinya nya, Mala menengok ke jendela dan melihat tak didapatinya Ucil dia pun memberanikan untuk keluar pintu. Suara anak-anak yang memanggil-manggil Ucil semakin dekat terdengar. Kini Mala tak kuat lagi menahan rasa takutnya, akhirnya Mala masuk lagi kerumahnya.
Suara anak-anak sekarang berada di depan rumahnya. Ucil ada diatas atap rumah Mala, melompat-lompat seperti orang yang benar-benar sedang gembira karena kebebasannya.
“ayo Cil lompat ke pohon itu,” teriak anak-anak itu
“nguk, nguk, nguk,” jawab Ucil seakan dia mengerti apa yang di katakan anak-anak itu.
Sekarang Ucil lompat ke pohon mangga yang berada dihalaman rumah Mala. Mengambil buahnya dan melemparkannya ke arah anak-anak yang sudah menunggunya dibawah.
“Cil, Cil ambil yang itu Cil yang gede” kembali anak-anak itu berterikan
“nguk, nguk,” sambil melompat kearah buah yang di tunjuk, memetiknya, dan melemparkan kebawah”
Suara anak-anak dan Ucil kini tak terdengar lagi. Mungkin kini mereka telah pergi ke rumah yang lain. Mala sedikit demi sedikit mulai mencoba membuka hordeng di jendela dan berharap Ucil sudah tak ada di halaman rumahnya. Ditengoknya sekeliling dan tak didapati Ucil namun tiba-tiba ada 2 tangan kecil berbulu lebat yang menempel pada kaca jenderan rumah. Mala berharap tangan itu bukan milik Ucil. Pandangan nya mengarah pada tangan itu dan ternyata itu memang tangan Ucil monyet kecil yang berbulu lebat. Keringat bercucuran, badannya dingin, jantungnya seperti berhenti berdetak dan badannya mulai kaku seperti badan tak bernyawa.
Sambil menggedor-gedor kaca jendela Ucil berkata “nguk, nguk, nguk”.
Suara itu menyadarkan Mala. Ucil yang terus-menerus menggedor-gedor kaca jendela membuat Mala semakin takut. Mala menutup hordeng berharap Ucil segera pergi dari halaman rumahnya.

            Merin yang mengetahui ketakutan Mala terhadap monyet, menyarankan Mala untuk ke psikolog.
Mala mengikuti saran Merin. Mala di temani ayah dan ibunya pergi ke psikolog kenalan ayahnya. Psikolog itu menyarankan Mala untuk mempelajari habitat monyet, jenis monyet dan segalanya tentang monyet.
Akhirnya mala mengikuti suatu kegiatan yang mempelajari semua tentang monyet dan sejenisnya.
Semua dijelaskan pada Mala, kini Mala lebih banyak tau tentang binatang itu bahwa ada banyak jenis monyet, seperti simpanse, gorila, orang utan, dan lain-lain. Mala begitu antusias mempelajari tentang monyet. Saat ini Mala telah menyukai monyet, ya ternyata monyet itu tidak seburuk yang dia bayangkan.
Mala ingin sekali bermain dengan monyet dan monyet pertama yang ingin dia temui adalah Ucil namun sayang kini Ucil sudah tidak dipelihara Pak Malik karena ibu-ibu sekitar komplek tidak menyukai keberadaan ucil dan tingkah laku Ucil yang sering loncat- loncat di atap rumah, merusak tanaman sampai menghabiskan buah-buah yang ada di pohon halaman rumah mereka.
Mala bersama keluarganya pergi kekebun binatang dan sesampainya disana tempat yang dituju adalah tempat monyet. Ayahnya bahagia melihat Mala yang sudah mulai tidak takut dan menyukai monyet.
“sebentar lagikan liburan sekolah kalau kamu mau kita bisa pergi ke Bali, disana kamu bisa lebih dekat dengan monyet-monyet,” ucap ayah pada Mala
“Bener Yah? Aku mau banget, Yah kapan kita berangkat?,” jawab Mala dengan wajah yang berbinar- binar.
“iya bener ko La, awal minggu besok kita bisa berangkat”, jawab ayah dengan senyuman.
Mala yang begitu senangnya langsung memeluk ayah.
           
Tibalah liburan. Pagi ini mereka sekeluarga berangkat ke Bali melalui Bandara Sukarno Hatta. Kini mereka sudah sampai di Bali dan langsung menuju hotel.
Keesokan pagi nya mereka menuju .................. untuk melihat lebih dekat monyet-monyet.
Mala masuk duluan meningalkan keluarganya dibelakang. Monyet di kanan kiri, melompat kemana-mana. Mala tidak mau kalah dengan pengunjung lain yang memberikan kacang pada monyet-monyet itu. Di keluarkannya kacang dari tasnya dan langsung memberikan kacang- kacang yang ada di tangannnya.
Monyet-monyet itu mulai naik ke tangan Mala, ke bahu Mala, dan sekarang salah satu monyet berapa diatas kepala Mala.
“Hey jangan naik-naik dong, kalian pasti dapet ko kacangnya, ini di tas gue masih banyak,” ucap Mala yang sudah merasa risih dengan monyet-monyet.
Salah satu monyet menarik kalung yang terlilit pada lehernya.
“jangan ditarik-tarik kalungnya ini tuh pemberian ayah gue,” ucap Mala lagi yang mulai panik
“nguk, nguk, nguk,” ucap salah satu monyet. Entah mereka mengerti perkataan Mala atau bahkan mereka sedang meledek Mala.
“Tolong, tolong,” Mala berteriak saking takutnya
Ayah berlari menghampiri Mala. Mungkin karena sudah terlalu tak kuat menahan ketakutan akhirnya jatuh pingsan.
Mala terbangun dan dia sudah berada dikamar hotel.
“Mana kalung ku Bu?” tanya Mala pada ibunya
“Kamu sih kan tadi udah dibilang sama petugas kalau lebih baik kalung itu dilepas karna akan mengundang monyet-monyet itu melakukan sesuatu yang tak diinginkan,”
Bukannya Mala senang tapi kini dia malah bertambah benci pada monyet.

SELESAI

Senin, 19 Desember 2011

TUGAS SOFTSKILL TENTANG EKONOMI



Kegagalan pasar


Dalam ekonomi mikro, istilah "kegagalan pasar" tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah  pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. EkonomI  normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana inefisiensi sudah dramatis, atau ketika disugestikan bahwa institusi  non pasar akan memberi hasil yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani "kepentingan publik", sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial.

Empat jenis utama penyebab kegagalan pasar adalah :

  • Monopoli  atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar dimana "sebuah" pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti-trust.
  • Ekstemalitas, dimana terjadi dalam kasus dimana "pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktivitas ekonomi di dalam  orang luar/asing." Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif. Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.
  • Barang publik  seperti pertahanan nasional   dan kegiatan dalam  kesehatan publik seperti pembasmian sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua penduduk untuk membayar pada barang publik tersebut (berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak ketiga/kesejahteraan sosial).
  • Kasus dimana terdapat informasi asimetris s atau ketidak pastian (informasi yang inefisien). Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Biasanya para penjual yang lebih tahu tentang produk tersebut daripada sang pembeli, tapi ini tidak selalu terjadi dalam kasus ini. ah "lemon" (produk yang menyesatkan). 

sumber: http://finance.detik.com/read/

TULISAN TENTANG EKONOMI


ASURANSI
Definisi Asuransi
(KUHD Pasal 246)
“ Asuransi atau pertanggungan adalah  suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi untuk memberikan pergantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin terjadi karena suatu peristiwa tak tertentu ”
Definisi Asuransi
(UU No.2 thn 1992)
“ Asuransi atau pertanggungan adalah  suatu perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan pergantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan ” 
MANFAAT ASURANSI
*      Jaminan Perlindungan.
*      Meningkatkan efisiensi.
*      Pemerataan biaya.
*      Dasar bagi pihak bank untuk memberikan kredit.
*      Sebagai bentuk investasi (asuransi jiwa).
*      Menutup Loss of Earning Power
*      Membantu meningkatan kegiatan usaha

Risiko Yang Dapat Diasuransikan
*      Jenis Risikonya harus murni dan khusus
*      Risiko bersifat homogen atau ada dalam jumlah yang cukup banyak
*      Risiko yang tidak terduga atau terjadi tiba-tiba tanpa unsur kesengajaan
*      Risiko yang tidak bertentangan dengan hukum
*      Obyek Risiko harus dapat dinilai atau diukur dengan uang dan layak
*      Risiko yang disertai dengan insurable  interest

Obyek Yang Dapat diasuransikan
*      Diri atau Jiwa Manusia
*      Property atau Harta Benda
*      Tanggung Jawab Hukum 
Penutupan Obyek Asuransi
*      Harus berdasarkan pada kebebasan memilih dari si tertanggung
*      Hanya dapat dilakukan pada Perusahaan Asuransi yang memiliki izin usaha, kecuali:
–        Tidak ada perusahaan asuransi di Indonesia, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama yang memiliki kemampuan menahan Risiko atas obyek tersebut
–        Tidak ada perusahaan asuransi yang bersedia melakukan penutupan asuransi atas obyek tersebut
–        Pemilik obyek tersebut bukan warga negara Indonesia atau bukan badan hukum Indonesia
Fenomena Industri Asuransi di Indonesia
*      Tingkat kesadaran/kebutuhan berasuransi yang masih rendah
*      Persepsi negatif tentang Asuransi
*      Asuransi dipandang dari sudut Agama 
Asuransi Kerugian Milik Pemerintah
PT. (Persero) ASURANSI EKSPOR INDONESIA
Menara Kadin Indonesia Lt. 22
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 2-3
Jakarta 12950
Phone : 57903535
F  a  x : 57904031 - 32

PT. ASURANSI JASA INDONESIA
Jl. MT. Haryono Kav.  61
Jakarta 12041
Phone : 7994508,  7987908
F  a  x : 7995364,  7971015
  
PT.(Persero)  ASURANSI KREDIT INDONESIA
Gedung Askrindo
Jl. Angkasa Blok B 9 Kav. 8
Jakarta  
Phone : 6546471 - 72
F  a  x : 6546483 - 84
Perusahaan Reasuransi di Indonesia (Tahun 1999)
*      Reasuransi Umum Indonesia
*      Maskapai Reasuransi Indonesia
*      Reasuransi Nasional Indonesia
*      Reasuransi Internasional Indonesia
*      Reasuransi Tugu Indonesia

SUMBER: BAHAN PRESENTASI, Mohammad Mustaqim, MM, AAAIJ . UNIVERSITAS INDONESIA